Basic
Pertemuan 01
Pengenalan Version Control & Instalasi Git
Tujuan Pembelajaran
- Memahami apa itu version control dan mengapa dibutuhkan
- Mengenal perbedaan centralized vs distributed VCS
- Berhasil menginstal Git di komputer
- Melakukan konfigurasi awal Git
Agenda (60 menit)
| Waktu | Aktivitas | Durasi |
|---|---|---|
| 00:00 | Pembukaan & perkenalan course | 5 min |
| 00:05 | Materi: Apa itu Version Control? | 15 min |
| 00:20 | Materi: Centralized vs Distributed VCS | 10 min |
| 00:30 | Demonstrasi: Instalasi Git | 10 min |
| 00:40 | Latihan: Install & Konfigurasi Git | 15 min |
| 00:55 | Rangkuman & preview pertemuan 2 | 5 min |
Materi Inti
A. Mengapa Version Control Dibutuhkan?
Bayangkan kamu sedang mengerjakan website bersama 3 teman. Tanpa version control:
- Siapa yang mengubah file
index.htmlterakhir? - Versi mana yang paling baru:
index_final.html,index_final_v2.html, atauindex_FINAL_BENAR.html? - Bagaimana mengembalikan kode ke versi kemarin yang masih berfungsi?
- Bagaimana jika 2 orang mengedit file yang sama secara bersamaan?
Version control menyelesaikan semua masalah ini dengan:
- Tracking perubahan: Setiap perubahan dicatat siapa, kapan, dan apa yang berubah
- Rollback: Bisa kembali ke versi manapun kapan saja
- Kolaborasi: Banyak orang bisa bekerja di file yang sama tanpa bentrok
- Branching: Bisa mengerjakan fitur baru tanpa mengganggu kode utama
B. Centralized vs Distributed VCS
| Aspek | Centralized (SVN) | Distributed (Git) |
|---|---|---|
| Server | 1 server pusat | Setiap developer punya copy lengkap |
| Offline | Tidak bisa kerja offline | Bisa commit, branch, log tanpa internet |
| Kecepatan | Lambat (perlu koneksi) | Sangat cepat (lokal) |
| Single point of failure | Ya (server mati = semua berhenti) | Tidak (setiap copy adalah backup) |
| Contoh | SVN, CVS, Perforce | Git, Mercurial |
C. Mengapa Git Menjadi Standar Industri?
- Dibuat oleh Linus Torvalds (pembuat Linux) pada tahun 2005
- Digunakan oleh 90%+ developer di seluruh dunia
- Gratis dan open source
- Sangat cepat dan efisien
- Mendukung branching dan merging yang powerful
Demonstrasi Live: Instalasi Git
Windows:
- Download dari https://git-scm.com/download/win
- Jalankan installer, pilih default settings
- Buka Git Bash dari Start Menu
macOS:
# Cara 1: Xcode Command Line Tools (paling mudah)
xcode-select --install
# Cara 2: Homebrew
brew install git
Linux (Ubuntu/Debian):
sudo apt update
sudo apt install git
Verifikasi instalasi:
git --version
# Output: git version 2.x.x
Konfigurasi awal (WAJIB):
# Nama kamu (akan muncul di setiap commit)
git config --global user.name "Nama Lengkap Kamu"
# Email kamu (harus sama dengan email GitHub nanti)
git config --global user.email "email@kamu.com"
# Editor default (opsional, pilih salah satu)
git config --global core.editor "code --wait" # VS Code
git config --global core.editor "nano" # Nano (lebih mudah)
# Cek semua konfigurasi
git config --list
Latihan Praktik (15 menit)
Latihan Terminal (Hands-on)
Langkah 1: Install Git sesuai sistem operasi kamu
Langkah 2: Buka terminal dan verifikasi
git --version
💡 Tips: Pastikan muncul nomor versi (minimal 2.x)
Langkah 3: Konfigurasi identitas
git config --global user.name "Nama Kamu"
git config --global user.email "email@kamu.com"
Langkah 4: Verifikasi konfigurasi
git config user.name
# Harus muncul: Nama Kamu
git config user.email
# Harus muncul: email@kamu.com
Langkah 5: Coba command bantuan
git help
git help config
Tugas Mandiri
- Pastikan Git terinstal dan terkonfigurasi dengan benar
- Baca: https://git-scm.com/book/en/v2/Getting-Started-About-Version-Control
- Buka https://learngitbranching.js.org/ dan kenali antarmukanya (belum perlu mengerjakan level)